Minggu, 11 Januari 2026
Hari ini aku mengalami sesuatu yang untuk pertama kalinya terjadi dalam hidupku. Menjenguk orang sakit di rumah sakit bersama rombongan tetangga sedesa.
Dulu setiap kali melihat pemandangan seperti ini di rumah sakit, orang datang bergerombol dengan menyewa mini bus/ mobil pick up/ truck. Di kepalaku selalu muncul satu pikiran sinis, "seperti rombongan sirkus". Terlalu ramai, terlalu ribut, terlalu berlebihan. Aku melihatnya tanpa benar-benar memahami maknanya.
Hari ini, aku berada di sisi yang berbeda. Kali ini, aku bagian dari "rombongan sirkus" itu.
Di pedesaan, terlebih di daerah pegunungan, hal semacam ini bukan sesuatu yang istimewa. Ini kebiasaan, tradisi. Bentuk kepedulian. Sesuai yang pernah dibilang oleh Pak RT, "sakit satu sakitlah semua". Kehadiran menjadi bahasa utama.
Aku tersenyum sendiri menyadari betapa sudut pandang bisa berubah ketika kita berhenti menjadi penonton dan mulai ikut melangkah. Ramai yang dulu terasa mengganggu, kini terasa menguatkan. Bukan karena kau yang sakit, tapi karena aku melihat bagaimana sakit seseorang ditanggung bersama, meski hanya sebentar.
Hari ini aku belajar satu hal sederhana. Kepedulian tidak selalu sesuai pribadi, kadang ia datang dalam bentuk ramai, berisik, dan berombongan, namun tulus. Dan mungkin menjadi "rombongan sirkus" itu bukan hal yang annoying. Justru di sanalah aku pelan-pelan belajar menjadi manusia yang lebih peka.




No comments:
Post a Comment