Jumat, 21 November 2025
Kamis kemaren, ada beberapa momen yang aku alami, mulai dari alergi yang tiba-tiba kambuh, jenguk teman yang katanya habis kena serangan jantung, hingga tanpa sadar tertidur di sofa sampai pagi. Mari dimulai dengan alergi yang tiba-tiba melanda seluruh tubuhku dengan bentol-bentol yang bagiku ngeri juga ih. Terpaksa minum obat di waktu subuh. Sebenarnya, aku belum tahu pasti alergi apa ini karena memang belum aku cek ke Lab. Yang aku rasakan, gatalnya muncul ketika cuaca berangin kencang, dan saat turun hujan. Anehnya, ini hanya terjadi di kampung halaman. Selama 3 tahun tinggal di Jambi dan 10 tahun di Jakarta, aku tidak pernah mengalaminya. Yang paling mengganggu kepercayaan diriku adalah gatal-gatal tersebut akhirnya menjadi luka dan meninggalkan bekas noda hitam di kulitku.
Sepertinya aku harus mengakhiri tulisan ini. Koloni laron mulai menyerbu lampu Kediaman Kaje, dan cahaya laptop ini pun menarik perhatian mereka. Saatnya menutup laptop!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hai, aku kembali. Kupikir sudah aman dari serangan laron. Meski hanya mengandalkan cahaya dari laptop dan dua lilin yang sengaja kunyalakan, selain untuk penambahan cahaya, juga demi estetika. Memang aku ini banyak gayanya :D. Okay... mari kita lanjutkan bercerita.
Jam setengah enam pagi, kupaksa perutku untuk makan sebagai syarat sebelum minum obat alergi. Tapi sebelum makan, aku harus minum obat asam lambung. Yaaapp... asam lambung pun gak mau kalah eksis. Kombo deh, dua penyakit kambuh dalam satu waktu. Syukurnya kondisi semakin membaik. Agenda yang sudah direncanakan hari itu berjalan aman dan terkendali.
Jam 10 pagi, aku bersiap untuk pergi ke Salatiga, kota kecil yang dulu pernah menjadi kota impianku. Sekarang sudah tidak lagi karena aku sudah mempunyai Kediaman Kaje :). Tujuan utamaku ke Salatiga adalah untuk menjenguk seorang kawan lama yang baru sembuh dari serangan jantung sampai harus operasi pasang ring. Sebelumnya aku mampir dulu ke Superindo untuk membeli beberapa cemilan untuk keluarga Besti aku, mbak Palupi. Kebetulan, anak perempuannya ulang tahun hari Senin kemarin. Anggap saja cemilan ini sebagai kado ultah. Aku memang kurang pandai dalam urusan memberi kado, hehehe.
Ini pertama kalinya aku belanja di supermarket setelah dua tahun lebih mengandalkan pasar tradisional atau abang sayur yang lewat depan rumah. Untung saja aku tidak kalap. Aman deh kartu kredit.. *eeehhh.. -_-
Singkat cerita, sampailah aku di rumah mbak Palupi. Seperti biasa, anjingnya, shoky menyambutku dengan gonggongan tanpa henti seperti mau mengajak baku hantam. Sampai-sampai pemiliknya harus memarahinya dan menyuruhnya diam.
Jam 11 siang aku, mbak Palupi, bayi dugong (anak mbak Palupi), dan Papi (suami mbak Palupi) makan siang bersama di tempat yang tidak jauh dari rumahnya, semacam warteg. Melihat deretan masakan yang sudah tersaji di dalam etalase membuatku langsung menelan ludah sendiri. Perutku semakin keroncongan. Nasi merah, ayam teriyaki, dan tumis daun dan bunga pepaya menjadi santapan pilihanku untuk makan siang.
Sebelum ke kursi makan, aku diberi semacam kertas bertuliskan harga Rp 12.000,-. Busyeeeet dah, langsung menjerit hatiku, "Eh kog murah!?". Meskipun murah, rasanya tidak kaleng-kaleng. Terfikir olehku untuk mengajak si Om Lelaki Surga dan para adek-adek untuk makan di situ juga. Ehhh... aku lupa nama warung makannya apa?. Minusnya adalah lahan parkir yang minim. Sepeda motor aja susah dapat tempat parkir, apalagi mobil??
Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju toko buah untuk membeli buah tangan. Buahpun sudah dibungkus dengan rapi. Selanjutnya kami menuju titik kumpul di depan SMP N 1 Salatiga. Tidak lama kemudian sosok yang ditunggu datang, mbak Novi. Namun kami tidak langsung menuju rumah temanku yang sakit. Kami menunggu kabar lebih dulu apakah temenku yang sakit itu sudah berada di rumah?. Yaaaa begitulah.. kami menjenguk teman yang baru "sembuh" dari sakit jantung.
"Aku sudah otw pulang. Sebentar lagi sampe rumah".
Dan akhirnya kami langsung menuju ke rumah beliau. Sesampainya di sana, beliaunya ini belum tiba, jadi kami menunggu di depan rumahnya. Tak lama kemudian, sosok yang kami tunggu datang dengan sepeda motornya , dengan ekspresi khasnya yang seperti biasanya. Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, ia sama sekali tidak terlihat sakit, masih dengan gaya khasnya yang penuh dengan cengengesan.
Kami pun dipersilahkan masuk ke ruang tamunya, dan percakapan seriuspun dimulai. Bagaimana awalnya bisa sampai terkena serangan jantung dan harus operasi pasang ring?. Intinya, temanku ini bingung dengan sakit yang dialaminya. Awalnya cuma kelelahan, dan kurang tidur. Tiba-tiba dadanya terasa sakit. Pergilah dia ke rumah sakit untuk meminta resep obat. Sayangnya bukan obat yang dia dapat, malah suntikan anti nyeri. Selang beberapa menit setelah disuntik, langsung tak sadarkan diri. Saat dia tersadar, dia terkejut banyak alat yang terpasang di tubuhnya, mulai dari oksigen, infus, lalu entah apalah nama alat yang lain. Tiba-tiba dia diharuskan untuk pasang ring. Temanku sebenarnya merasa ganjal dengan pengobatannya ini. Tapi hanya bisa pasrah. Dari keseluruhan cerita yang keluar dari mulutnya, aku sampai berfikir, "jangan-jangan malpraktik?". Apapun itu, semoga selalu sehat ya my dear friend. Tolong lifestyle nya diperbaiki sedikit, atur pola makan yang lebih bergizi, dan ayooo mulai nge gym lagi!!.
Bdw, intip yang menjadi suguhan kami rasanya enak banget!!. Gurih, bumbunya terasa, dan empuk renyah gampang dikunyah. Duuhh pengen lagi ih!!>.<. Kapan-kapan maen ke angkringannya ahh. Oh iya, beliau ini adalah bos angkringan loh.
Kisahku selanjutnya, kami kembali ke rumah mbak Palupi, kecuali mbak Novi yang harus kembali mengumpulkan pundi-pundi uang. Di rumah mbak Palupi kami nonton bareng. Pilihan movie jatuh pada The New Avengers, dan Shang-Chi. Nonton tentu tidak afdhol tanpa cemilan. Cemilan disponsori oleh buatan ibunya Mbak Palupi. Duh, lupa aku namanya apa. Jajanan tradisonal yang terbuat dari singkong yang dihaluskan. Ada 2 jenis, yang satu dibalur dengan kelapa parut, dan satunya lagi mirip combro, bedanya isian di dalamnya bukan oncom melainkan tempe semangit. Semuanya enaaaak, aku sampai tidak bisa berhenti mengunyah. Terimakasih Oma ^.^
Selesai menonton Shang-Chi, langit sudah mulai gelap, saatnya aku untuk pulang. Para pasukan makhluk halus aka kucing-kucing aku menanti di rumah. Sesampainya aku di rumah, tiba-tiba badan terasa capek banget dan mata pun terasa ngantuk berat. Aku sempat video call dengan si Om Lelaki Surga, tapi aku tidak kuat untuk melanjutkan lebih lama saking ngantuknya. Tiba-tiba aku tertidur di sofa sampai keesokan harinya. Laaahhh.. tiba-tiba kog sudah adzan shubuh??











No comments:
Post a Comment