Friday, November 21, 2025

MALAM KETIKA AKU MENEMUKAN LAGI HASRAT MENULIS

Rabu, 19 November 2025

Hari ini, aku memutuskan untuk membuat blog lagi. Lagi?? Ya, karena sebelumnya aku sudah pernah punya dua blog. Sayangnya, keduanya sudah dihapus permanen oleh Google karena aku sudah bertahun-tahun tidak aktif menulis. Seperti biasa, segala sesuatu akan terasa lebih berarti setelah kita kehilangannya, bukan? Rasanya memang sayang sekali semua tulisan yang pernah aku buat hilang begitu saja, begitu juga dengan kenangannya. Kini semuanya hanya tersimpan dalam memori dan rasanya pun mulai samar. Tapi yasudahlah, mari mulai lagi dari nol, dengan kenangan-kenangan baru yang akan tercipta ^.^

Hai, aku Kaje, pemilik Kediaman Kaje, tempat dimana aku menghabiskan hari-hariku dengan secangkir kopi panas dan Merbabu yang setia mengawasi setiap langkahku. Kali ini mungkin aku tidak akan bercerita panjang lebar, karena sebenarnya tidak ada cerita spesial yang bisa aku bagi. Hanya ada makhluk halus (kucingku) bernama Cici, yang kini penasaran dengan kegiatan baru aku di depan laptop. Pemandangan seperti ini memang baru bagi Cici, wajar saja kalau dia mencoba ikut menginjakkan kaki mungil berbulunya di atas keyboard. Tentu saja itu membuatku khawatir, takut ada bulunya yang masuk ke sela keyboard dan berdampak buruk pada kinerja laptopku. Meski laptop ini sudah tua umurnya, tapi bagiku tetap berharga. Lagipula, meski aku bisa beli laptop baru dengan spek terbaru, aku masih eman dengan uangnya. Masih banyak prioritas yang sedang aku usahakan, dan itu tidak sedikit. Semangat Kaje!!

Ahhh.. rasanya nikmat sekali bisa menulis lagi kali ini. Entah sudah berapa tahun aku berhenti menulis, Bukan karena sibuk, melainkan karena mengikuti perkembangan jaman dengan aplikasi yang sedang ramai akhir-akhir ini, seperti Instagram. Aku memang sedang aktif-aktifnya menggunakan aplikasi itu. Hampir setiap hari aku berusaha memposting satu reels. Iyaaa, reels, kumpulan video tentang keseharianku di Kediaman Kaje, mulai dari hal receh hingga hal-hal yang menyulut emosi tingkat dewa. Soal keseruannya jangan ditanya. Sampai aku bisa melupakan dunia blog yang dulu menjadi rutinitas menulisku. Berbeda dengan vlog, satu reels saja prosesnya bisa seharian, mulai dari menentukan angle penempatan kamera yang tentu saja tidak cukup hanya satu tempat, pasti ada drama memindahkan kamera. Belum lagi drama mengedit setiap videonya. Memang lebih ribet ketimbang menulis. Tapi aku sangat bersyukur memiliki tetangga online yang sangat supportif. Hampir tidak ada komentar negatif di setiap reels yang aku posting. Aku merasa dikelilingi oleh orang-orang baik. Tapiiii... kalo belum ada haters tandanya belum viral donk >.<!

Oh, shitt!! Di sini setiap hari hujan. Hujan hari ini sampai mengundang koloni laron menari-nari di setiap cahaya lampu rumahku. Sebelum semakin banyak dan membuatku repot esok hari, lebih baik aku matikan saja lampu di rumahku, menyisakan lampu yang ada di teras saja. Padahal hasrat menulisku sedang tinggi loh. Jadi, aku mengandalkan cahaya dari layar laptop, TV, dan sebauh lilin merah sebagai tambahan cahaya agar mataku lebih nyaman saat menulis. Selain itu, cahaya lilin juga membantu mencegah laron hinggap di layar laptopku. Bdw laron juga suka cahaya laptop juga gak sih?? Anyway.. lilin yang aku nyalakan ini adalah lilin favorit aku. Bukan lilin aromaterapi, tapi lilin merah kecil nan cantik dengan wadah berbentuk bunga lotus warna putih. Pernah sekali aku melakukan kesalahan indah. Saat ingin mematikan api lilin, refleks aku meniupnya kencang dari bibir seksiku ini. Api langsung padam, tapi cairan lilinnya muncrat mengenai bunga lotus dan menciptakan efek seperti bercak darah. Entah kenapa aku malah menyukainya. Rasanya sedang melihat lilin persembahan di film Lucifer. Wow!! 0.0'

Cici berulah lagi, dia naik ke atas meja TV, dan kali ini layar TV menjadi sasaran penasarannya. Aku sedang memutar musik jazz dari channel Cozy Room Ambience. Api perapian yang berkobar di layar TV membuat Cici semakin penasaran. Mulailah kaki depannya menyentuh layar, dan aku seketika menyuruhnya untuk turun. Kali ini Cici langsung menurut. Setelah itu giliran kakiku yang menjadi target isengnya. Jempol kaki kananku yang nyaman dibalik sandal selop hotel usang, tiba-tiba terasa sakit karena gigitan dan cakaran Cici. Sakit!! Tak lama kemudian, dia sudah tidur tenang di sofa. Enak kali ya hidupnya.

Lalu tiba-tiba terdengar suara cakaran dibalik pintu dan teriakan meong, pertanda bahwa emaknya Cici, Eve minta dibukakan pintu untuk masuk rumah. Tak lama kemudian disusul abangnya Cici, Koko. Setelah puas bermain di luar, lapar pun melanda. Hmmmm... kurasa laronnya sudah aman. Mungkin menyalakan satu lampu saja di ruangan ini sudah cukup. Dan terlihatlah jejak-jejak kaki berlumpur sebagai oleh-oleh untuk si Babu!!. Tarik nafas panjang, lalu tiup api lilin. Wusss!!





No comments:

Post a Comment

EMPAT HARI DAN SISA RINDU

17 February 2026 Hari ini terasa sedikit begitu berat. Libur imlek long weekend ini cepat sekali berlalu. Aku dan Om Lelaki Surga, empat har...