Thursday, December 4, 2025

KETIKA BESTI DATANG, HUJAN DERAS, OBROLAN DERAS

Jumat, 5 Desember 2025

Selasa kemarin, Kediaman Kaaje kedatangan tamu istimewa. Besti pertamaku sejak menapakkan kaki di Lereng Merbabu, Mbak Palupi. Ia datang bersama keluarganya, Papi, Key, dan si Bayi Dugong. Ada satu lagi sahabatnya yang baru dikenalkan kepadaku setelah setahun kami bersahabat. Kami memang jarang bertemu. Tapi sekali ketemu.... boom!! Semua cerita yang disimpan di hati dan kepala langsung meledak jadi obrolan seru tanpa jeda. Seolah waktu itu mengecil jadi satu momen hangat yang penuh tawa, emosi, curhat, dan kejutan kecil yang bikin rindu lagi.

Aku merasa beruntung bisa berkawan dengan mereka. Meski kerjaan kami kalau kumpul cuma makan melulu. Tapi entah bagaimana, bersama mereka aku tetap bisa ngirit. Mungkin karena tawa dan cerita yang bikin kami semakin edan jauh lebih mengenyangkan dibanding pesanan di meja. Hampir setiap hari kami saling kirim reels di Instagram, kadang cuma buat lucu-lucuan karena otak kami memang gak waras. Kadang juga sekedar wacana, "eh besok kita ke sini yok" yang entah kesampaiannya kapan. Tapi belakangan ini aku sering melewatkan pertemuan kami. Waktu mereka ajak seru-seruan di Taman Bermain Saloka, aku batal ikut karena kondisi kesehatanku lagi nggak oke. Lalu saat kami sudah janjian makan di resto viral di Salatiga, aku pun gagal hadir karena si Om Lelaki Surga kebetulan pas waktunya pulang. Rasanya tu gemesh banget. Mau ikut, tapi selalu ada yang menghalangi. Seakan semesta lagi iseng menunda-nunda momen kami buat heboh bareng lagi.

Biasanya kami selalu ngumpul di rumah Mbak Palupi, sekarang berbeda. Giliran mereka datang berkunjung nengok Kediaman Kaje sekaligus sang Merbabu. Ini pertama kalinya mereka datang. Sayangnya, saat mereka sampai, langit Lereng Merbabu menyambut dengan hujan deras. Untungnya mereka naik mobil, aku sempat khawatir membayangkan mereka harus menanjak dengan sepeda motor di tengah udara dingin dan hujan seganas itu. Aku menyambut dengan payung pink kebanggaan Queen Kediaman Kaje. Satu per satu kupayungi mereka dari carport sampai teras, dan rasanya... I am so happy with them as my visitors.

Begitu masuk rumah, kusambut mereka dengan cemilan yang sudah kusiapkan sebalumnya. Yaaaa... cuma yang ada di rumah saja. Lalu aku tawari mereka dengan tahu bakso dan sosis mayo yang kugoreng dadakan. Momen seperti ini yang membuatku tidak pernah menyesal mendesain Kediaman Kaje dengan konsep open space, di mana begitu masuk rumah langsung terlihat dapur. Aku bisa tetap memasak sambil ngobrol bebas dengan mereka. Nyaman dan terasa hidup. Dan yang bikin aku semakin senang, ternyata Mbak Palupi sepemikaran dengan ku soal dapur yang menyatu dengan ruang keluarga. Mungkin kesamaan-kesamaan kecil seperti inilah yang membuat kami dekat dan jadi bestian sampai sekarang, yaaaa meskipun baru 3 tahun kami bestian. Wah gak terasa, ternyata aku sudah 3 tahun tinggal di Lereng Gunung, 2,5 tahun di rumah mertua, setengah tahunnya di Kediaman Kaje.

Si Papi udah berasa Bos tuh 😏

Setelah puas dengan cemilan, akhirnya kami lanjut makan besar. Menu yang kusuguhkan sederhana banget, ayam krispi satu ekor dari Rocket Chicken, lalapan daun pepaya yang ternyata mbak Palupi gak suka pahitnya, dan juga lalapan labu siam. Bukan hasil dari masakanku sendiri, karena ahhhh... you know so well kan yaaa... aku gak suka masak. Tapi sebenernya ada niatku untuk masak loh. Sudah kutulis di notes mau masak menu apa saja. Tapi niat itu langsung dimentahkan oleh Om Lelaki Surga,

"Udahlah gak usah masak. Belikan aja ayam krispi satu ekor itu, tinggal masak nasi. Beres kan? Gak perlu ribet".

Mendengar itu, aku langsung bahagia donk. Oke deh beli ajah :D.

Kami pun makan dengan lahap, ditemani hujan gerimis dan udara dingin. Dalam hatiku sempat berfikir, wah enaknya kalau makan yang berkuah. Next time deh kalo mereka datang lagi, janji deh bakal masak. Semoga niat memasakku makin menyala, Semesta, titip energi positifnya donk ;).

Setelah makan, aku baru tersadar satu hal, mereka mencuci piring masing-masing. Duh, sudah lama aku tidak kedatangan tamu yang tahu diri begini, LOL. Bahkan keluarga besarku sendiri pun belum tentu se-tahu diri begini. Upppsss sorry... yang merasa keluarga besarku, aku sindir kalian lewat tulisan ini, :D.


Seperti kebiasaan orang Jawa pada umumnya, setelah perut kenyang... terbitlah ritual pamit, wkkkk. Tapi sebelum benar-benar pulang, kami sempat foto bersama, dan mereka pun menyempatkan untuk mengambil foto dengan Merbabu meski yang terlihat hanya bayang-bayangnya setelah hujan reda. Tetap estetik kog ala-ala siluet pegunungan. Dan akhirnya, mereka mengucap "good bye". Langitpun seolah ikut berterimakasih, menghadiahi dengan udara dingin tanpa hujan sebagai penutup yang manis.

Terimakasih Gesss atas kunjungannya. Semoga gak kapok yaaaa. Next kita rujakan dan makan siang bareng, gimana?

No comments:

Post a Comment

EMPAT HARI DAN SISA RINDU

17 February 2026 Hari ini terasa sedikit begitu berat. Libur imlek long weekend ini cepat sekali berlalu. Aku dan Om Lelaki Surga, empat har...