Wednesday, November 26, 2025

RINDU KOTA dari LERENG MERBABU

Hai, aku Kaje. Sudah 6 bulan aku tinggal sendirian di Lereng Merbabu bagian Timur. Sebelumnya aku hidup di Jakarta, kota dengan gemerlap lampu, gedung menjulang tinggi, dan segala kemewahan yang selalu menggoda. Sekarang aku berada di tempat yang jauh lebih tenang, sederhana, dan penuh udara dingin yang menusuk sampai tulang setiap hari.

Selama setengah tahun ini, aku tidak menyentuh satu pun makanan kota yang dulu sering jadi pelarian setiap weekend. Udon, ramen, steak, all you can eat, sushi, bahkan sekedar nongkrong di kafe yang anak kopi banget. Semua itu tiba-tiba terasa sangat jauh, dan sekarang aku mulai merindukannya. Banget!!! >.<

Beberapa hari yang lalu aku membeli tas backpack baru, tas warna warni yang sebenarnya bukan aku banget. Tapi entahlah, mungkin aku sedang menjadi versi baruku. Saking senangnya semua teman gymku harus tahu dengan keberadaan tas warna warni ini, hahaha.. pamer mode on!. Gara-gara tas itu pula, rasa ingin pergi jauh menyusuri kota, dan menikmati fasilitasnya terus muncul.

Sebelum pamer di Gym, pamer di sosmed dulu 😁

Masalahnya adalah, tinggal di lereng gunung itu bikin perjalanan jadi penuh drama, dingin, jarak jauh, dan sekarang musim hujan pula. Naik motor rasanya brrrr banget. Mobil dibawa Om Lelaki Surga di Jakarta. Tapi ya itu... hati dan pikiran tetap gregetan ingin jalan-jalan ke kota. Sampai-sampai aku kepikiran untuk naik bus saja. Lalu sepeda motor kutitipkan di rumah om atau di tempat gym. Btw, sebentar lagi tanggal muda. Wah bisa banget nih diagendakan. *Smirk 😏

pamer celana kodoknya kalo jadi mau ke kota aja, sekalian OOTD 🙊

Untuk urusan outfit, aku sudah mempersiapkannya. Hadiah ulang tahunku ke-37 dari Om Lelaki Surga tercinta. Celana kodok coklat muda, dan tote bag kombinasi hijau muda dan hijau lumut. Rencananya celana kodok akan kupakai kalau main ke kota.

Awalnya tujuanku adalah Solo, kota dengan fasilitas yang cukup lengkap yang terdekat dari sini. Tapi tiba-tiba aku teringat Jogja. Hmmm... apa sekalian blabas naik KRL saja ya? Apalagi ada seorang teman sosmed yang ngajakin meet up di Jogja. Kog jadi menggoda banget?

Akhirnya aku jadi bingung sendiri. Mau Solo? atau Jogja? Atau keduanya? Waduh!! Yang jelas, tas baru ini seperti punya kekuatan ajaib yang bikin aku ingin kembali menikmati suasana kota walau cuma sehari.

Friday, November 21, 2025

ALERGI, SALATIGA, dan SOFA

Jumat, 21 November 2025

Kamis kemaren, ada beberapa momen yang aku alami, mulai dari alergi yang tiba-tiba kambuh, jenguk teman yang katanya habis kena serangan jantung, hingga tanpa sadar tertidur di sofa sampai pagi. Mari dimulai dengan alergi yang tiba-tiba melanda seluruh tubuhku dengan bentol-bentol yang bagiku ngeri juga ih. Terpaksa minum obat di waktu subuh. Sebenarnya, aku belum tahu pasti alergi apa ini karena memang belum aku cek ke Lab. Yang aku rasakan, gatalnya muncul ketika cuaca berangin kencang, dan saat turun hujan. Anehnya, ini hanya terjadi di kampung halaman. Selama 3 tahun tinggal di Jambi dan 10 tahun di Jakarta, aku tidak pernah mengalaminya. Yang paling mengganggu kepercayaan diriku adalah gatal-gatal tersebut akhirnya menjadi luka dan meninggalkan bekas noda hitam di kulitku.

Sepertinya aku harus mengakhiri tulisan ini. Koloni laron mulai menyerbu lampu Kediaman Kaje, dan cahaya laptop ini pun menarik perhatian mereka. Saatnya menutup laptop!

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hai, aku kembali. Kupikir sudah aman dari serangan laron. Meski hanya mengandalkan cahaya dari laptop dan dua lilin yang sengaja kunyalakan, selain untuk penambahan cahaya, juga demi estetika. Memang aku ini banyak gayanya :D. Okay... mari kita lanjutkan bercerita.

Jam setengah enam pagi, kupaksa perutku untuk makan sebagai syarat sebelum minum obat alergi. Tapi sebelum makan, aku harus minum obat asam lambung. Yaaapp... asam lambung pun gak mau kalah eksis. Kombo deh, dua penyakit kambuh dalam satu waktu. Syukurnya kondisi semakin membaik. Agenda yang sudah direncanakan hari itu berjalan aman dan terkendali.

Jam 10 pagi, aku bersiap untuk pergi ke Salatiga, kota kecil yang dulu pernah menjadi kota impianku. Sekarang sudah tidak lagi karena aku sudah mempunyai Kediaman Kaje :). Tujuan utamaku ke Salatiga adalah untuk menjenguk seorang kawan lama yang baru sembuh dari serangan jantung sampai harus operasi pasang ring. Sebelumnya aku mampir dulu ke Superindo untuk membeli beberapa cemilan untuk keluarga Besti aku, mbak Palupi. Kebetulan, anak perempuannya ulang tahun hari Senin kemarin. Anggap saja cemilan ini sebagai kado ultah. Aku memang kurang pandai dalam urusan memberi kado, hehehe.

Ini pertama kalinya aku belanja di supermarket setelah dua tahun lebih mengandalkan pasar tradisional atau abang sayur yang lewat depan rumah. Untung saja aku tidak kalap. Aman deh kartu kredit.. *eeehhh.. -_-

Singkat cerita, sampailah aku di rumah mbak Palupi. Seperti biasa, anjingnya, shoky menyambutku dengan gonggongan tanpa henti seperti mau mengajak baku hantam. Sampai-sampai pemiliknya harus memarahinya dan menyuruhnya diam.

Jam 11 siang aku, mbak Palupi, bayi dugong (anak mbak Palupi), dan Papi (suami mbak Palupi) makan siang bersama di tempat yang tidak jauh dari rumahnya, semacam warteg. Melihat deretan masakan yang sudah tersaji di dalam etalase membuatku langsung menelan ludah sendiri. Perutku semakin keroncongan. Nasi merah, ayam teriyaki, dan tumis daun dan bunga pepaya menjadi santapan pilihanku untuk makan siang.

eehhh... ada tuh nama warungnya di keterangan harganya

Sebelum ke kursi makan, aku diberi semacam kertas bertuliskan harga Rp 12.000,-. Busyeeeet dah, langsung menjerit hatiku, "Eh kog murah!?". Meskipun murah, rasanya tidak kaleng-kaleng. Terfikir olehku untuk mengajak si Om Lelaki Surga dan para adek-adek untuk makan di situ juga. Ehhh... aku lupa nama warung makannya apa?. Minusnya adalah lahan parkir yang minim. Sepeda motor aja susah dapat tempat parkir, apalagi mobil??

                                

Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju toko buah untuk membeli buah tangan. Buahpun sudah dibungkus dengan rapi. Selanjutnya kami menuju titik kumpul di depan SMP N 1 Salatiga. Tidak lama kemudian sosok yang ditunggu datang, mbak Novi. Namun kami tidak langsung menuju rumah temanku yang sakit. Kami menunggu kabar lebih dulu apakah temenku yang sakit itu sudah berada di rumah?. Yaaaa begitulah.. kami menjenguk teman yang baru "sembuh" dari sakit jantung.

"Aku sudah otw pulang. Sebentar lagi sampe rumah".

Dan akhirnya kami langsung menuju ke rumah beliau. Sesampainya di sana, beliaunya ini belum tiba, jadi kami menunggu di depan rumahnya. Tak lama kemudian, sosok yang kami tunggu datang dengan sepeda motornya , dengan ekspresi khasnya yang seperti biasanya. Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, ia sama sekali tidak terlihat sakit, masih dengan gaya khasnya yang penuh dengan cengengesan.



Kami pun dipersilahkan masuk ke ruang tamunya, dan percakapan seriuspun dimulai. Bagaimana awalnya bisa sampai terkena serangan jantung dan harus operasi pasang ring?. Intinya, temanku ini bingung dengan sakit yang dialaminya. Awalnya cuma kelelahan, dan kurang tidur. Tiba-tiba dadanya terasa sakit. Pergilah dia ke rumah sakit untuk meminta resep obat. Sayangnya bukan obat yang dia dapat, malah suntikan anti nyeri. Selang beberapa menit setelah disuntik, langsung tak sadarkan diri. Saat dia tersadar, dia terkejut banyak alat yang terpasang di tubuhnya, mulai dari oksigen, infus, lalu entah apalah nama alat yang lain. Tiba-tiba dia diharuskan untuk pasang ring. Temanku sebenarnya merasa ganjal dengan pengobatannya ini. Tapi hanya bisa pasrah. Dari keseluruhan cerita yang keluar dari mulutnya, aku sampai berfikir, "jangan-jangan malpraktik?". Apapun itu, semoga selalu sehat ya my dear friend. Tolong lifestyle nya diperbaiki sedikit, atur pola makan yang lebih bergizi, dan ayooo mulai nge gym lagi!!.

Rumah saudaranya. Pernah menjadi rumah impianku


Bdw, intip yang menjadi suguhan kami rasanya enak banget!!. Gurih, bumbunya terasa, dan empuk renyah gampang dikunyah. Duuhh pengen lagi ih!!>.<. Kapan-kapan maen ke angkringannya ahh. Oh iya, beliau ini adalah bos angkringan loh.

Kisahku selanjutnya, kami kembali ke rumah mbak Palupi, kecuali mbak Novi yang harus kembali mengumpulkan pundi-pundi uang. Di rumah mbak Palupi kami nonton bareng. Pilihan movie jatuh pada The New Avengers, dan Shang-Chi. Nonton tentu tidak afdhol tanpa cemilan. Cemilan disponsori oleh buatan ibunya Mbak Palupi. Duh, lupa aku namanya apa. Jajanan tradisonal yang terbuat dari singkong yang dihaluskan. Ada 2 jenis, yang satu dibalur dengan kelapa parut, dan satunya lagi mirip combro, bedanya isian di dalamnya bukan oncom melainkan tempe semangit. Semuanya enaaaak, aku sampai tidak bisa berhenti mengunyah. Terimakasih Oma ^.^

                                              

Selesai menonton Shang-Chi, langit sudah mulai gelap, saatnya aku untuk pulang. Para pasukan makhluk halus aka kucing-kucing aku menanti di rumah. Sesampainya aku di rumah, tiba-tiba badan terasa capek banget dan mata pun terasa ngantuk berat. Aku sempat video call dengan si Om Lelaki Surga, tapi aku tidak kuat untuk melanjutkan lebih lama saking ngantuknya. Tiba-tiba aku tertidur di sofa sampai keesokan harinya. Laaahhh.. tiba-tiba kog sudah adzan shubuh??

MALAM KETIKA AKU MENEMUKAN LAGI HASRAT MENULIS

Rabu, 19 November 2025

Hari ini, aku memutuskan untuk membuat blog lagi. Lagi?? Ya, karena sebelumnya aku sudah pernah punya dua blog. Sayangnya, keduanya sudah dihapus permanen oleh Google karena aku sudah bertahun-tahun tidak aktif menulis. Seperti biasa, segala sesuatu akan terasa lebih berarti setelah kita kehilangannya, bukan? Rasanya memang sayang sekali semua tulisan yang pernah aku buat hilang begitu saja, begitu juga dengan kenangannya. Kini semuanya hanya tersimpan dalam memori dan rasanya pun mulai samar. Tapi yasudahlah, mari mulai lagi dari nol, dengan kenangan-kenangan baru yang akan tercipta ^.^

Hai, aku Kaje, pemilik Kediaman Kaje, tempat dimana aku menghabiskan hari-hariku dengan secangkir kopi panas dan Merbabu yang setia mengawasi setiap langkahku. Kali ini mungkin aku tidak akan bercerita panjang lebar, karena sebenarnya tidak ada cerita spesial yang bisa aku bagi. Hanya ada makhluk halus (kucingku) bernama Cici, yang kini penasaran dengan kegiatan baru aku di depan laptop. Pemandangan seperti ini memang baru bagi Cici, wajar saja kalau dia mencoba ikut menginjakkan kaki mungil berbulunya di atas keyboard. Tentu saja itu membuatku khawatir, takut ada bulunya yang masuk ke sela keyboard dan berdampak buruk pada kinerja laptopku. Meski laptop ini sudah tua umurnya, tapi bagiku tetap berharga. Lagipula, meski aku bisa beli laptop baru dengan spek terbaru, aku masih eman dengan uangnya. Masih banyak prioritas yang sedang aku usahakan, dan itu tidak sedikit. Semangat Kaje!!

Ahhh.. rasanya nikmat sekali bisa menulis lagi kali ini. Entah sudah berapa tahun aku berhenti menulis, Bukan karena sibuk, melainkan karena mengikuti perkembangan jaman dengan aplikasi yang sedang ramai akhir-akhir ini, seperti Instagram. Aku memang sedang aktif-aktifnya menggunakan aplikasi itu. Hampir setiap hari aku berusaha memposting satu reels. Iyaaa, reels, kumpulan video tentang keseharianku di Kediaman Kaje, mulai dari hal receh hingga hal-hal yang menyulut emosi tingkat dewa. Soal keseruannya jangan ditanya. Sampai aku bisa melupakan dunia blog yang dulu menjadi rutinitas menulisku. Berbeda dengan vlog, satu reels saja prosesnya bisa seharian, mulai dari menentukan angle penempatan kamera yang tentu saja tidak cukup hanya satu tempat, pasti ada drama memindahkan kamera. Belum lagi drama mengedit setiap videonya. Memang lebih ribet ketimbang menulis. Tapi aku sangat bersyukur memiliki tetangga online yang sangat supportif. Hampir tidak ada komentar negatif di setiap reels yang aku posting. Aku merasa dikelilingi oleh orang-orang baik. Tapiiii... kalo belum ada haters tandanya belum viral donk >.<!

Oh, shitt!! Di sini setiap hari hujan. Hujan hari ini sampai mengundang koloni laron menari-nari di setiap cahaya lampu rumahku. Sebelum semakin banyak dan membuatku repot esok hari, lebih baik aku matikan saja lampu di rumahku, menyisakan lampu yang ada di teras saja. Padahal hasrat menulisku sedang tinggi loh. Jadi, aku mengandalkan cahaya dari layar laptop, TV, dan sebauh lilin merah sebagai tambahan cahaya agar mataku lebih nyaman saat menulis. Selain itu, cahaya lilin juga membantu mencegah laron hinggap di layar laptopku. Bdw laron juga suka cahaya laptop juga gak sih?? Anyway.. lilin yang aku nyalakan ini adalah lilin favorit aku. Bukan lilin aromaterapi, tapi lilin merah kecil nan cantik dengan wadah berbentuk bunga lotus warna putih. Pernah sekali aku melakukan kesalahan indah. Saat ingin mematikan api lilin, refleks aku meniupnya kencang dari bibir seksiku ini. Api langsung padam, tapi cairan lilinnya muncrat mengenai bunga lotus dan menciptakan efek seperti bercak darah. Entah kenapa aku malah menyukainya. Rasanya sedang melihat lilin persembahan di film Lucifer. Wow!! 0.0'

Cici berulah lagi, dia naik ke atas meja TV, dan kali ini layar TV menjadi sasaran penasarannya. Aku sedang memutar musik jazz dari channel Cozy Room Ambience. Api perapian yang berkobar di layar TV membuat Cici semakin penasaran. Mulailah kaki depannya menyentuh layar, dan aku seketika menyuruhnya untuk turun. Kali ini Cici langsung menurut. Setelah itu giliran kakiku yang menjadi target isengnya. Jempol kaki kananku yang nyaman dibalik sandal selop hotel usang, tiba-tiba terasa sakit karena gigitan dan cakaran Cici. Sakit!! Tak lama kemudian, dia sudah tidur tenang di sofa. Enak kali ya hidupnya.

Lalu tiba-tiba terdengar suara cakaran dibalik pintu dan teriakan meong, pertanda bahwa emaknya Cici, Eve minta dibukakan pintu untuk masuk rumah. Tak lama kemudian disusul abangnya Cici, Koko. Setelah puas bermain di luar, lapar pun melanda. Hmmmm... kurasa laronnya sudah aman. Mungkin menyalakan satu lampu saja di ruangan ini sudah cukup. Dan terlihatlah jejak-jejak kaki berlumpur sebagai oleh-oleh untuk si Babu!!. Tarik nafas panjang, lalu tiup api lilin. Wusss!!





EMPAT HARI DAN SISA RINDU

17 February 2026 Hari ini terasa sedikit begitu berat. Libur imlek long weekend ini cepat sekali berlalu. Aku dan Om Lelaki Surga, empat har...